Home »
hailalah »
i'dul khotmi »
ikhwan »
jawahirul ma'ani »
Kholifah »
Muqoddam »
sholawat fatih »
Thoriqoh Tijaniyyah »
wadhifah »
wirid lajimah »
Keutamaan Shalawat Fatih dan al-Qur'an.
Minggu, 28 Mei 2017
Kepercayaan bahwa Shalawat Fatih lebih utama dari al-Qur'an adalah kepercayaan yang salah dan bathil. Karena sebaik-baik kalam adalah kalamulloh (al-Quran) dan sebaik-baik ucapan makhluk adalah Sabda rasululloh SAW, (sunah). Jama'ah Thariqat Tijaniyah sangat memahami persoalan ini. seorang ulama Thariqat Tijaniyah, Muhammad bin Abdullah bin Husnaen dalam kitabnya, Al - Fathu ar - Robbani Fima Yahtaju Illahi al - Murid at - Tijani menjelaskan kedudukan sebenarnya persoalan ini. Beliau berkata :
ؤمن المقا له الثا لث ان صلاة الفا تح افضل من القران ؤهذه تؤ هما ت فا سدة ؤيرد انه ليس الغرض من كؤن هذه الصلاة تعد ل ستة الاف ختمة من القران انها افضل من القران
" Sebagian pembahasan ketiga adalah shalawat Fatih lebih utama dari al-Qur'an. Ini adalah pemahaman yang salah. Anggapan ini dapat ditolak, bahwa yang dimaksud Shalawat Fatih sebanding 6.000 khatam al-Qur'an bukan berarti Shalawat Fatih lebih utama dari Al-Qur'an."
Syeikh Ahmad bin Muhammad at-Tijani sendiri tidak pernah menyatakan bahwa Shalawat Fatih lebih utama dari al-Qur'an. Beliau hanya menyampaikan bahwa pahala Shalawat Fatih sekali sebanding dengan 6.000 khataman al-Qur'an.Perkataan sebanding tidak berarti melebihi atau lebih utama. Karena Beliau menggunakan kata
(تعدل),
bukan kata
(افصل).
Maksud sebenarnya adalah satu bacaan sholawat bagi salik yang menghadirkan maknanya secara benar. Meneladani pribadi Nabi SAW dalam dirinya dan pikirannya tidak bercabang, maka akan diberikan dampak atau atsar yang besar dalam perilakunya. Jadi bukan berarti menunjuk bahwa Shalawat lebih utama dari Al-Qur'an secara pokok.
Arti lain tentang Shalawat Fatih ini adalah orang yang membaca Shalawat Fatih sekali dan memahami makna yang terkandung didalamnya serta mengamalkannya, maka akan mendapatkan keutamaan seperti membaca al-Qur'an 6.000 kali.
Adapun orang yang membacanya tanpa memahami al-Qur'an. Bahkan terus berada dalam maksiat kepada Allah , maka dia tidak mendapatkan pahala yang demikian. Keutamaan ini tidak melihat antara al-Qur'an dan Shalawat Fatih secara dzat. Melainkan melihat dari diri orang yang membaca al-Qur'an dan Shalawatnya. Karena orang yang membaca al-Qur'an yang tidak merenungi dan memahami maknanya, tidak memperhatikan hak-haknya, al-Qur'an justru akan melaknatnya. Nabi SAW bersabda :
رب قارئ ؤالقران يلعنه
" Banyak pembaca al-Qur'an dan al-Qur'an melaknatnya."
Dalam persoalan Shalawat fatih sebanding dengan 6.000 kali khataman al-Quran merupakan suatu karunia Allah SWT dalam pahala.
Keutamaan Shalawat Fatih dan al-Qur'an.
Kepercayaan bahwa Shalawat Fatih lebih utama dari al-Qur'an adalah kepercayaan yang salah dan bathil. Karena sebaik-baik kalam adalah kalamulloh (al-Quran) dan sebaik-baik ucapan makhluk adalah Sabda rasululloh SAW, (sunah). Jama'ah Thariqat Tijaniyah sangat memahami persoalan ini. seorang ulama Thariqat Tijaniyah, Muhammad bin Abdullah bin Husnaen dalam kitabnya, Al - Fathu ar - Robbani Fima Yahtaju Illahi al - Murid at - Tijani menjelaskan kedudukan sebenarnya persoalan ini. Beliau berkata :
ؤمن المقا له الثا لث ان صلاة الفا تح افضل من القران ؤهذه تؤ هما ت فا سدة ؤيرد انه ليس الغرض من كؤن هذه الصلاة تعد ل ستة الاف ختمة من القران انها افضل من القران
" Sebagian pembahasan ketiga adalah shalawat Fatih lebih utama dari al-Qur'an. Ini adalah pemahaman yang salah. Anggapan ini dapat ditolak, bahwa yang dimaksud Shalawat Fatih sebanding 6.000 khatam al-Qur'an bukan berarti Shalawat Fatih lebih utama dari Al-Qur'an."
Syeikh Ahmad bin Muhammad at-Tijani sendiri tidak pernah menyatakan bahwa Shalawat Fatih lebih utama dari al-Qur'an. Beliau hanya menyampaikan bahwa pahala Shalawat Fatih sekali sebanding dengan 6.000 khataman al-Qur'an.Perkataan sebanding tidak berarti melebihi atau lebih utama. Karena Beliau menggunakan kata
(تعدل),
bukan kata
(افصل).
Maksud sebenarnya adalah satu bacaan sholawat bagi salik yang menghadirkan maknanya secara benar. Meneladani pribadi Nabi SAW dalam dirinya dan pikirannya tidak bercabang, maka akan diberikan dampak atau atsar yang besar dalam perilakunya. Jadi bukan berarti menunjuk bahwa Shalawat lebih utama dari Al-Qur'an secara pokok.
Arti lain tentang Shalawat Fatih ini adalah orang yang membaca Shalawat Fatih sekali dan memahami makna yang terkandung didalamnya serta mengamalkannya, maka akan mendapatkan keutamaan seperti membaca al-Qur'an 6.000 kali.
Adapun orang yang membacanya tanpa memahami al-Qur'an. Bahkan terus berada dalam maksiat kepada Allah , maka dia tidak mendapatkan pahala yang demikian. Keutamaan ini tidak melihat antara al-Qur'an dan Shalawat Fatih secara dzat. Melainkan melihat dari diri orang yang membaca al-Qur'an dan Shalawatnya. Karena orang yang membaca al-Qur'an yang tidak merenungi dan memahami maknanya, tidak memperhatikan hak-haknya, al-Qur'an justru akan melaknatnya. Nabi SAW bersabda :
رب قارئ ؤالقران يلعنه
" Banyak pembaca al-Qur'an dan al-Qur'an melaknatnya."
Dalam persoalan Shalawat fatih sebanding dengan 6.000 kali khataman al-Quran merupakan suatu karunia Allah SWT dalam pahala.
Tags :
hailalah,
i'dul khotmi,
ikhwan,
jawahirul ma'ani,
Kholifah,
Muqoddam,
sholawat fatih,
Thoriqoh Tijaniyyah,
wadhifah,
wirid lajimah
Related : Keutamaan Shalawat Fatih dan al-Qur'an.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar